Minggu, 20 April 2014

Kesehatan mental Tugas 2

1.    PENYESUAIAN DIRI DAN PERTUMBUHAN
A.    Penyesuaian diri
Penyesuaian diri atau sering disebut adaptasi yaitu suatu proses individu dalam melekatkan diri terhadap lingkungan. Inilah penyesuaian diri. Individu dituntut untuk mengikuti segala sesuatu seperti aturan yang berlaku di dalam suatu lingkungan. Sebetulnya definisi untuk penyesuaian diri ini sangat luas. Seperti terdapat pendapat dari ahli seperti menurut Fromm adaptasi dapat dibedakan menjadi dua yakni adaptasi statis dan adaptasi dinamik. Adaptasi statis digunakan untuk perubahan kebiasaan yang sederhana, contohnya orang yang pindah dari satu kota ke kota lain.
Penyesuaian diri dalam bahasa aslinya dikenal dengan istilah adjustment. Menurut Schneiders  (dalam Ali dan Ansrori, 2006) definisi penyesuaian diri dapat ditinjau dari 3 sudut pandang, yaitu penyesuaian diri sebagai bentuk adaptasi , penyesuaian diri sebagai bentuk konformitas, dan penyesuaian diri sebagai usaha penguasaan.
B.    Pertumbuhan personal
Manusia merupakan makhluk individu. Manusia itu disebut individu apabila pola tingkah lakunya bersifat spesifik dirinya dan bukan lagi mengikuti pola tingkah laku umum. Ini berarti bahwa individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan-peranan yang khas didalam lingkungan sosialnya, melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya. Kepribadian suatu individu tidak sertamerta langsung terbentuk, akan tetapi melalui pertumbuhan sedikit demi sedikit dan melalui proses yang panjang. Setiap individu pasti akan mengalami pembentukan karakter atau kepribadian. Dan hal itu membutuhkan proses yang sangat panjang dan banyak faktor yang mempengaruhinya terutama lingkungan keluarga.

a.    Penekanan pertumbuhan, penyesuaian diri dan pertumbuhan
Pertumbuhan adalah proses yang mencakup pertambahan dalam jumlah dan ukuran, keluasan dan kedalaman. Prof. Gessel mengatakan, bahwa pertumbuhan pribadi manusia adalah proses yang terus-menerus. Semua pertumbuhan terjadi berdasarkan pertumbuhan yang terjadi sebelumnya.
Carl Rogers (1961) menyebutkan 3 aspek yang memfasilitasi pertumbuhan personal dalam suatu hubungan :
1.    Keikhlasan kemampuan untuk menyadari perasaan sendiri, atau menyadari     kenyataan.
2.    Menghormati keterpisahan dari orang lain tanpa kecuali. 
3.    Keinginan yang terus menerus untuk memahami atau berempati terhadap orang     lain.

b.    Variasi dalam pertumbuhan
Pertumbuhan yang terjadi pada suatu individu akan nampak bervariasi. Pertumbuhan individu satu akan berbeda dengan pertumbuhan individu lainnya. Terlebih dalam hal penyesuaian diri. Tidak semua orang dapat melewati proses adaptasi dengan baik. Semuanya tergantung kepada pribadinya masing – masing. Ada yang berhasil ada pula yang tidak berhasil bahkan malah ada yang menimbulkan konflik.

c.    Kondisi-kondisi untuk bertumbuh
Kondisi jasmaniah seperti pembawa dan strukrur atau konstitusi fisik dan temperamen sebagai disposisi yang diwariskan, aspek perkembanganya secara intrinsik berkaitan erat dengan susunan atau konstitusi tubuh. Shekdon mengemukakan bahwa terdapat kolerasi yang tinggi antara tipe-tipe bentuk tubuh dan tipe-tipe tempramen (Surya, 1977). Misalnya orang yang tergolong ekstomorf yaitu yang ototnya lemah, tubuhnya rapuh, ditandai dengan sifat-sifat menahan diri, segan dalam aktivitas sosial, dan pemilu. Karena struktur jasmaniah merupakan kondisi primer bagi tingkah laku maka dapat diperkirakan bahwa sistem saraf, kelenjar, dan otot merupakan faktor yang penting bagi proses penyesuaian diri. Beberapa penelitian menunjukan bahwa gangguan dalam sisitem saraf, kelenjar, dan otot dapat menimbulkan gejala-gejala gangguan mental, tingkah laku, dan kepribadian. Dengan demikian, kondisi sistem tubuh yang baik merupakan syaraf bagi tercapainya proses penyesuaian diri yang baik. Disamping itu, kesehatan dan penyakit jasmaniah juga berhubungan dengan penyesuaian diri, kualitas penyesuaian diri yang baik hanya dapat diperoleh dan dipelihara dalam kondisi kesehatan jasmaniah yang baik pula. Ini berarti bahwa gangguan penyakit jasmaniah yang diderita oleh seseorang akan mengganggu proses penyesuaian dirinya

d.    Fenomologi pertumbuhan
Fenomenologi memandang manusia hidup dalam “dunia kehidupan” yang dipresepsikan dan diinterpretasi secara subjektif. Maksudnya adalah setiap kehidupan manusia memiliki pengalaman yang berbeda-beda, dan kehidupan yang berbeda.

2.    STRESS
Stres adalah suatu kondisi anda yang dinamis saat seorang individu dihadapkan pada peluang, tuntutan, atau sumber daya yang terkait dengan apa yang dihasratkan oleh individu itu dan yang hasilnya dipandang tidak pasti dan penting.

A.    Arti penting stress
Stress adalah bentuk ketegangan dari fisik, psikis, emosi maupun mental. Bentuk ketegangan ini mempengaruhi kinerja keseharian seseorang. Bahkan stress dapat membuat produktivitas menurun, rasa sakit dan gangguan-gangguan mental. Pada dasarnya, stress adalah sebuah bentuk ketegangan, baik fisik maupun mental. Sumber stress disebut dengan stressor dan ketegangan yang di akibatkan karena stress, disebut strain.
Menurut Robbins (2001) stress juga dapat diartikan sebagai suatu kondisi yang menekan keadaan psikis seseorang dalam mencapai suatu kesempatan dimana untuk mencapai kesempatan tersebut terdapat batasan atau penghalang. Dan apabila pengertian stress dikaitkan dengan penelitian ini maka stress itu sendiri adalah suatu kondisi yang mempengaruhi keadaan fisik atau psikis seseorang karena adanya tekanan dari dalam ataupun dari luar diri seseorang yang dapat mengganggu pelaksanaan kerja mereka.

B.    Tipe-tipe stress
Menurut Moramis (1990) ada empat tipe stress psikologi yaitu:
1.    Tekanan
Tekanan timbul dari tuntutan hidup sehari-hari. Tekanan dapat berasal dari dalam diri individu, misalnya cita-cita atau norma yang terlalu tinggi sehingga menimbulkan ketegangan dalam diri seseorang. Tekanan juga berasal dalam diri individu, misalnya orangtua yang menuntut anaknya untuk masuk kedalam jurusan yang tidak diminati oleh anaknya. Anak yang menuntut orangtua untuk dibelikan semua kemauannya dan lain-lain.
2.    Frustasi
Frustasi muncul karena adanya kegagalan saat ingin mencapai suatu hal/tujuan. Misalnya seseorang mengalami kegagalan dalam pekerjaan yang mengakibatkan orang tersebut harus turun jabatan. Orang yang memiliki tujuan tersebut mendapat beberapa rintangan/hambatan yang tidak mampu ia lalui sehingga ia mengalami kegagalan atau frustasi. Frustasi ada yang bersifat intrinsik (cacat badan dan kegagalan usaha), dan ekstrinsik (kecelakaan,bencana alam,kematian orang yang dicintai, krisis ekonomi,pengangguran,perselingkuhan,dan lain-lain.
3.    Konflik
Konflik ditimbulkan karena adanya ketidak mampuan memilih dua atau macam keinginan,kebutuhan,atau tujuan saat seseorang dihadapkan dalam situasi yang berat untuk dipilih, orang tersebut akan mengalami konflik dalam dirinya, bentuk konflik digolongkan menjadi tiga bagian approach-approach konflict, approach-avoidant conflict, dan avoidant-avoidant conflict.
4.    Kecemasan
Kecemasan merupakan suatu kondisi ketika individu merasakan kekhawatiran/kegelisahan, ketegangan dan rasa tidak nyaman dan tidak terkendali mengenai kemungkinan akan terjadinya sesuatu yang buruk. Misalnya seorang anak yang sering dimarahi ibunya, anak tersebut akan merasakan kecemasan yang cukup tinggi jika ia melakukan hal yang akan membuat ibunya marah padahal ibu si anak tersebut belum tentu marah padanya.

C.    Sympton reducing responses terhadap stress
Setiap manusia memiliki mekanisme pertahanan masing-masing dengan keunikannya masing-masing untuk mengurangi gejala-gejala stress yang ada. Berikut mekanisme pertahanan diri (defense mechanism)yang biasa digunakan individu untuk dijadikan strategi saat menghadapi stress:

1.    Identifikasi
Identifikasi adalah suatu cara yang digunakan untuk menghadapi orang lain dengan membuatnya menjadi kepribadiannya. Ia ingin serupa dan bersifat sama seperti orang lain tersebut. misalnya seorang mahasiswa yang menegnggap dosen pembimbingnya memiliki kepribadian yang menyenangkan, cara bicara ramah, dan sebagainya. Maka mahasiswa tersebut akan meniru dan berprilaku seperti dosennya.

2.    Kompensasi
Seorang individu tidak memperoleh kepuasan dibidang tertentu, tetapi mendapatkan kepuasan dibidang lain. Misalnya andi memiliki nilai yang buruk dalam bidang matematika. Namun prestasi olah raga yang ia miliki sangatlah memuaskan.

3.    Overcompensation/ reaction formation
Perilaku seseorang yang gagal  mencapai tujuan dan orang tersebut tidak mengakui tujuan pertama tersebut dengan cara melupakan serta melebih-lebihkan tujuan yang ke dua biasanya berlawanan dengan tujuan pertama. misalnya, seorang anak yang ditegur gurunya karena mengobrol saat upacara. Bereaksi dengan menjadi sangat tertib saat melaksanakan upacara dan menghiraukan ajakan teman untuk mengobrol.

4.    Sublimasi
Sublimasi adalah suatu mekanisme sejenis yang memegang peranan positif dalam menyelesaikan suatu konflik dengan pengembangan kegiatan yang konstruktif. Penggantian objek dalam bentuk-bentuk yang dapat diterima oleh masyarakat dan derajatnya lebih tinggi. Misalnya sifat aggresifitas yang disalurkan menjadi petinju atau tukang potong hewan.

5.    Proyeksi
Proyeksi adalah mekanisme perilaku dengan menempatkan sifat-sifat batin sendiri pada objek diluar diri atau melemparkan kekurangan diri-sendiri dari pada orang lain. misalnya: seorang anak tidak menyukai temannya, namun ia berkata temanlah namun ia berkata temannya lah yang tidak menyukainya.

6.    Introyeksi
Introyeksi adalah memasukkan dalam pribadi dirinya sifat-sifat pribadi orang lain. misalnya seorang wanita mencintai seorang pria, lalu ia memasukkan pribadi pria tersebut kedalam pribadinya.

7.    Reaksi konversi
Secara singkat mengalihkan konflik kea lat tubuh atau mengembangkan gejalas fisik. Misalkan belum belajar saat menjelang bel masuk ujian, seorang anak wajahnya menjadi pucat dan berkeringat.

8.    Represi
Represi adalah konflik pikiran impuls-impuls yang tidak dapat diterima dengan paksaan ditekan kedalam alam bawah sadar dan dengan sengaja melupakan. Misalnya seorang karyawan yang dengan sengaja melupakan kejadian saat dia dimarahi oleh bosnya tadi siang.

9.    Sipresi
Supresi yaitu menekan konflik impuls yang dapat diterima secara sadar. Individu tidak mau memikirkan hal-hal yang kurang menyenangkan dirinya. Misalnya dengan berkata “sebaiknya kita tidak membicarakan hal itu lagi”.

10.    Denial
Denial adalah mekanisme perilaku penolakan terhadap sesuatu yang tidak menyenangkan. Misalnya seorang penderita diabetes memakan semua makanan yang menjadi semua pantangannya.

11.    Regresi
Regresi adalah mekanisme perilaku seseorang yang apabila menghadapi konflik frustasi, ia menarik diri dari pergaulan dengan lingkungannya. Misalnya artis yang sedang digosipkan berselingkuh, karena malu maka ia menarik diri dari perkumpulannya.

12.    Fantasi
Fantasi adalah apabila seseorang menhadapi konflik prustasi ia menarik diri dengan berkhayal/berfantasi, misalnya dengan lamunan. Contoh seorang pria yaqng tidak mempunyai keberanian untuk menyatakan rasa cintanya melamunkan berbagai fantasi dirinya dengan orang yang ia cintai.

13.    Negativisme
Negativism adalah perilaku seseorang yang selalu bertentangan/menentang otoritas orang lain dengan perilaku tidak terpuji. Misalkan seorang anak yang menolak perintah gurunya dengan bolos sekolah.

14.    Sikap mengkritik orang lain
Bentuk pertahan pertahan diri dengan menyerang orang lain dengan kritikan-kritikan. Perilaku ini termasuk perilaku agresif yang aktif (terbuka). Misalkan seorang karyawan yang berusaha menjatuhkan karyawan lain dengan adu argument saat rapat berlangsung.


D.    Pendekatan “problem solution” terhadap stress
Selain mekanisme pertahanan diri yang digunakan untuk mengatasi dan mengurangi stress yang timbul akibat adanya stressor, individu dapat juga menggunakan berbagai strategi coping yang spontan untuk mengatasi stress “minor”.

•    Strategi coping yang spontan mengatasi stress

Coping strategy merupakan koping yang digunakan individu secara sadar dan terarah dalam mengatasi sakit atau stressor yang dihadapinya. Metode coping bisa diperoleh dari proses belajar dan beberapa relaksasi. Jika individu menggunakan strategi koping yang efektif dan cocok dengan stressor yang dihadapinya. Stressor tersebut tidak akan menimbulkan sakit (disease), tetapi stressor tersebut akan menjadi suatu stimulant yang memberikan wellness dan prestasi. Untuk mengatasi stress “minor”, individu dapat melakukan berbagai macam koping spontan dan sederhana. Tidak perlu menimbulkan banyak biaya dan waktu yang dikorbankan. Stress “minor” stress yang tidak terlalu besar pengaruhnya terhadap individu individu yang merasakannya. Misalnya seperti kecelakaan, mendapat nilai yang buru di raport, telat datang  ke kantor, dan sebagainya. Biasanya tingkat stress yang dirasakan individu cukup parah, peranan obat/medikasi sangat membantu. Namun terlalu banyak mengonsumsi obat-obatan disaat stress juga tidak baik pengaruhnya bagi kesehatan fisik. Ada beberapa teknik terapi yang dicobakan untuk mengatasi stress. Biofeedback adalah suatu teknik untuk mengetahui bagian tubuh mana yang terkena stress dan kemudian belajar untuk menguasainya. Teknik ini menggunakan serangkaian yang cukup rumit, gunanya sebagai feedback atau umpan balik terhadap bagian tubuh tertentu. Biofeedback kurang efektif untuk digunakan secara praktis.


Sumber:
Yustinus Semiun.2001.Kesehatan Mental 1.Yogyakarta:Penerbit Kanisius
http://ratnawidya04.blogspot.com/2013/03/tulisan-3-penyesuaian-diri-pertumbuhan.html
http://bio-nikith.blogspot.com/2013/04/pengertian-stress.html
http://xiaolichen14.wordpress.com/2013/04/26/stress/


Kamis, 27 Maret 2014

Kesehatan Mental

 Teori Kepribadian Mental

1.      Aliran Psikoanalisis

Menurut Freud kepribadian yang normal (sehat) adalah jika individu bergerak menurut pola perkembangan yang ilmiah. Pribadi sehat juga diartikan sebagai pribadi yang bisa belajar dalam mengatasi tekanan dan kecemasan. Selain itu juga bisa menyeimbangan antara kinerja super ego terhadap id dan ego.

Teori ini menurut Freud memandang pembentuk kepribadian dan sikap seseorang dipengaruhi oleh model kepribadian yang saling berhubungan dan menimbulkan ketegangan model kepribadian tersebut adalah : Id, Ego dan Super Ego. Id adalah factor keinginan yang timbul dari naluri dan insting untuk memenuhi kebutuhan biologis manusia. Id akan menimbulkan energi yang menyebabkan tingginya tegangan untuk memenuhi kebutuhan biologis manusia. Ketika energi Id memuncak muncullah Ego. Ego adalah aspek psikologis manusia yaitu kognitif dan intelektual tujuan ego adalah mencari objek yang tepat dan realistic untuk mereduksi tegangan dari Id. Superego adalah aspek sosiologis dari kepribadian berupa hubungan keinginan dari id dengan norma atau peraturan yang ada di masyarakat.

 

 2.      Aliran Behavioralisme

Behaviorisme juga disebut psikologi S – R (stimulus dan respon). Behaviorisme menolak bahwa pikiran merupakan subjek psikologi dan bersikeras bahwa psokologi memiliki batas pada studi tentang perilaku dari kegiatan-kegiatan manusia dan binatang yang dapat diamati. Teori Behaviorisme sendiri pertama kali diperkenalkan oleh John B. Watson (1879-1958)
Aliran behaviorisme mempunyai 3 ciri penting.

    Menekankan pada respon-respon yang dikondisikan sebagai elemen dari perilaku

    Menekankan pada perilaku yang dipelajari dari pada perilaku yang tidak dipelajari. Behaviorisme menolak kecenderungan pada perilaku yang bersifat bawaan.

    Memfokuskan pada perilaku binatang. Menurutnya, tidak ada perbedaan alami antara perilaku manusia dan perilaku binatang. Kita dapat belajar banyak tentang perilaku kita sendiri dari studi tentang apa yang dilakukan binatang, menurut penganut aliran ini perilaku selalu dimulai dengan adanya rangsangan yaitu berupa stimulus dan diikuti oleh suatu reaksi beupa respons terhadap rangsangan itu. Salah satu penganut watson yang sangat besar masukannya untuk perkembangan behaviorisme adalah B.F. Skinner. Aliran ini memandang manusia seperti mesin yang dapat dikendalikan perilakunya lewat suatu pengkondisian. Ini menganggap manusia yang meberikan respon positif yang berasal dari luar. Dalam aliran ini manusia di anggap tidak memiliki sikap diri sendiri.

Jadi menurut Behaviorisme manusia dianggap memberikan respons secara pasif terhadap stimulus-stimulus dari luar. Kepribadian manusia sebagai suatu sistem yang bertingkah laku menurut cara yang sesuai peraturannya dan menganggap manusia tidak memiliki sikap diri sendiri.

Kepribadian yang sehat menurut behavioristik:

1. Memberikan respon terhadap faktor dari luar seperti orang lain dan lingkungannya

2. Bersifat sistematis dan bertindak dengan dipengaruhi oleh pengalaman

3. Sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal, karena manusia tidak memiliki sikap dengan bawaan sendiri

4.Menekankan pada tingkah laku yang dapat diamati dan menggunakan metode yang obyektif

 

3.      Aliran humanistik

Teori behavioristik adalah proses belajar serta peranan lingkungan yang merupakan kondisi langsung belajar dalam menjelaskan perilaku dan semua bentuk tingkah laku manusia. Pavlov, Skinner, dan Watson dalam berbagai eksperimen mencoba menunjukkan betapa besarnya pengaruh lingkungan terhadap tingkah laku. Semua tingkah laku termasuk tingkah laku yang tidak dikehendaki, menurut mereka, diperoleh melalui belajar dari lingkungan.
            Namun perlu di sadari bahwa kelemahan dari Behavioristik adalah dalam teori clasical conditioning, manusia disamakan dengan “hewan” dan dalan operan conditioning manusia dianggap sebagai “robot” yang dapat dikondisikan sehingga manusia dapat di program. Dalam teori-teori ini manusia dianggap sebagai satu kesatuan yang sama. Pada kenyataannya manusia adalah mahluk yang unik (Teori Humanistik). Maka untuk mengetahui keseluruhan tentang kepribadian sehat kita tetap perlu mengetahui tentang teori Humanistik

4. Pendapat Allport

Allport percaya bahwa orang-orang yang matang dan sehat tidak dikuasai oleh kekuatan-kekuatan tak sadar (kekuatan yang tidak dapat dilihat dan dipengaruhi). Orang-orang yang sehat tidak didorong oleh konflik-konflik tidak sadar . individu yang sehat berfungsi pada tingkat rasional dan sadar, menyadari sepenuhnya kekuatan yang membimbing dia dan dapat mengontrol kekuatan itu juga.

Kepribadian yang matang tidak dikontrol oleh trauma ataupun konflik pada masa kanak-kanak. Pusat dari kepribadian kita adalah intensi-intensi kita yang sadar dan sengaja, misalnya harapan, aspirasi dan impian. Manusia didorong untuk mereduksikan tegangan-tegangan, menjaga supaya tegangan-tegangan berada pada tingkat yang paling rendah dan menjaga satu keadaan keseimbangan homeostatis internal atau “homeostatis”.

Manusia yang sehat memiliki kebutuhan akan sensasi-sensasi dan tantangan tantangan yang bervariasi. Orang yang sehat didorong ke depan oleh suatu visi masa depan, dan visi itu menyatukan kepribadiannya dan membawa orang itu ke tingkat stress yang lebih tinggi.


5. Pendapat Rogers

Rogers lebih suka bekerja dengan individu-individu yang terganggu yang mencari bantuan untuk mengubah kepribadian mereka. Menurut Rogers, manusia yang rasional dan sadar tidak terkontrol oleh peristiwa-peristiwa masa kanak-kanak.
Pertama orang yang sehat secara psikologis akan lebih mudah beradaptasi. Karena orang psikologis bisa melihat dan menilai sifat-sifat seeorang maka dari itu dia mudah beradaptasi
Kedua manusia –manusia masa depan akan lebih terbuka atas pengalaman-pengalaman mereka, manusia masa depan akan lebih mendengar dirinya dan memperhatikan perasaan bahagia, marah,kecewa,ketakutan, dan kelembutan mereka
Ketiga dari manusia masa depan adalah kecenderungan untuk hidup sepenuhnya pada masa sekarang. Merujuk kecenderungan untuk hidup pada masa sekarang sebagai kehidupan eksistensial. Manusia masa depan tidak mempunyai kebutuhan untuk menipu diri mereka sendiri ataupun alasan untuk mencoba membuat orang lain kagum.

Keempat manusia masa depan akan tetap percaya terhadap kemampuan diri mereka untuk merasakan hubungan yang hamonis dengan orang lain.

Kelima manusia masa depan akan lebih terintegrasi, lebih utuh, anpa batasan-batasan buatan antara proses kognitif yang dilakukan secara sadar   ataupun yang tidak.

Keenam, manusia masa depan mempunyai kepercayaan pada kemanusiaan. Mereka tidak akan menyakiti orang lain hanya untuk kepentingan pribadi peduli pada orang lain dan akan siap membantu apabila diperlukan akan mengalami kemarahan, tetapi dapat dipercaya bahwa mereka tidak akan menyerang secara tidak asuk akal melawan orang lain serta akan merasa agresi, tetapi akan mengalihkannya kea rah yang sepatutnya .

Terakhir, karena manusia masa depan terbuka dengan semua pengalaman, mereka akan lebih menikmati kekayaan hidup dri pada orang lain. Mereka tidak mendistori stimulus internal ataupun menahan emosi mereka .

Rogers meberikan lima sifat orang yang berfungsi sepenuhnya :
a.       Keterbukaan pada pengalaman
b.      Kehidupan eksistensial
c.       Kepercayaan terhadap organism sendiri
d.      Perasaan bebas
e.       Kreatifitas

6. Pendapat Maslow

Dalam pandangan Maslow, semua manusia memiliki perjuangan atau kecenderungan yang di bawa sejak lahir untuk mengaktualisasikan diri. Maslow menulis tentang manusia yang sehat secara psikiatris:
"Pertama dan yang paling penting adalah keyakinan yang kuat bahwa manusia memiliki kodratnya sendiri yang hakiki. Kedua, terkandung suatu konsepsi bahwa perkembangan yang benar-benar sehat, normal dan yang dicita-citakan terjadi dalam bentuk mengaktualisasikan kodrat ini, memenuhi potensi-potensi ini."


Individu yang sehat adalah individu yang berhasil mengembangkan cintanya, bukan lagi diarahkan ke dalam diri sendiri, tetapi bisa diperluas pada orang-orang lain. Individu yang sehat melihat pertumbuhan dan perkembangan orang lain menjadi sama pentingnya pertumbuhan dan perkembangan diri sendiri. Maslow menempatkan rasa tanggung jawab pada orang lain melalui hierarki kebutuhannya, terutama pada kebutuhan untuk mencintai dan dicintai serta kebutuhan untuk mendapatkan penghargaan. Maslow juga menyatakan bahwa pertumbuhan psikologis akan menghasilkan kesehatan psikologis, sedangkan orang yang gagal bertumbuh dengan sendirinya akan mengalami gejala patologi baik mental maupun fisik.

7. Pendapat Fromm


Fromm melihat kepribadian hanya sebagai suatu produk kebudayaan. Karena itu dia percaya bahwa kesehatan jiwa harus di definisikan menurut bagaimana baiknya masyarakat menyesuaikan diri dengan kebutuhan-kebutuhan dasar semua individu-individu menyesuaikan diri dengan masyarakat.Karena itu kesehatan psikologis tidak begitu banyak merupakan usaha individu jika di bandingkan dengan usaha masyarakat.Faktor kunci ialah bagaimana suatu masyarakat memuaskan secukupnya kebutuhan-kebutuhan manusia.

Suatu masyarakat yang tidak sehat atau sakit menciptakan permusuhan, kecurigaan, ketidakpercayaan dalam anggota-anggotanya, dan merintangi pertumbuhan penuh dari setiap individu.Suatu masyarakat yang sehat membiarkan anggota-anggotanya mengembangkan cinta satu sama lain,menjadi produktif dan kreatif,mempertajam dan memperhalus tenaga pikiran dan objektivitasnya dan mempermudah timbulnya individu-individu yang berfungsi sepenuhnya.

Fromm percaya bahwa kita semua memiliki suatu perjuangan yang melekat pada diri kita untuk kesehatan dan kesejahteraaan emosional,suatu kecenderungan bawaan untuk kehidupan yang produktif,untuk keharmonisan dan cinta. Dengan adanya kesempatan, kecenderungan yang diwariskan ini akan mekar, yang membiarkan kita berkembang untuk menggunakan sepenuh-penuhnya potensi kita.Tetapi apabila kekuatan-kekuatan sosial mencampuri kecenderungan kodrati untuk pertumbuhan, akibatnya ialah tingkah laku irasional dan neurotis, masyarakat-masyarakat yang sakit menghasilkan orang-orang yang sakit.

Menurut fromm,kita adalah makhluk yang unik dan kesepian .Sebagai akibat evolusi kita dari binatang-binatang yang lebih rendah,kita tidak lagi bersatu dengan alam, kita telah mengatasi alam.Tidak seperti tingkah laku binatang, tingkah laku kita tidak terikat pada mekanisme-mekanisme instinktif.Akan tetapi perbedaan yang sangat penting antara manusia dan binatang yang lebih rendah terletak pada kemampuan kita akan kesadaran diri,pikiran,daya khayal.Manusia mengetahui,kita mengetahui bahwa kita akhirnya tak berdaya,kita akan mati,dan kita terpisah dari binatang-binatang lain dan dari alam.

Masalah dasar yang menantang kita semua adalah menemukan suatu pemecahan terhadap dikotomi-dikotomi dalam eksistensi kita dan menemukan bentuk-bentuk baru dan kesatuan dengan alam,dengan orang-orang lain,dan dengan diri kita.Seluruh eksistensi manusia ditentukan oleh pilihan yang tak terelakan antara”regresi dan progresi,antara kembali pada eksistensi binatang dan sampai pada eksistensi manusia”.

From mengemukakan 5 kebutuhan yang berasal dari dikotomi kebebasan dan keamanan.

1.       Hubungan

2.       Transedensi

3.       Berakar

4.       Perasaan Identitas

5.       Kerangka Orientasi

Kamis, 26 Desember 2013

Kebutuhan Afiliasi dan Keterbukaan Diri pada Remaja Pengguna Facebook

Judul Artikel: Kebutuhan Afiliasi dan Keterbukaan Diripada Remaja Pengguna Facebook
Penulis: Yoseptian

Kebutuhan afiliasi atau kebutuhan untuk menjalin hubungan dengan orang lain. Kebutuhan afiliasi dapat diartikan sebagai kebutuhan untuk membangun, mempertahankan, atau memulihkan secara positif hubungan afektif dengan orang lain atau kelompok (McClelland, 1987). Pada masa remaja, seseorang memang merasa lebih senang untuk menghabiskan waktu dengan teman-teman sepermainan dan meningkatnya minat remaja terhadap relasi interpersonal (Santrock, 2007). Tingginya penggunaan facebook di kalangan remaja menunjukan bahwa remaja begitu antusias menggunakan facebook untuk berkomunikasi. Punyanunt-Carter (2006) menemukan salah satu perilaku remaja ketika mereka menggunakan
internet yaitu keterbukaan diri. Keterbukaan diri diartikan sebagai sebuah perilaku dimana seseorang mengungkapkan informasi pribadi tentang dirinya baik berupa pemikiran, perasaan, dan pengalaman kepada orang lain


Kesimpulan :
Dalam masa globalisasi seperti saat ini, perkembangan media sosial seperti facebook menjadi tren bagi anak muda pada saat ini sehingga menyebabkan seorang remaja banyak menghabiskan waktunya didepan komputer atau gadgetnya dari pada di lingkungannya untuk bersosialisasi dengan dunia nyatanya sendiri. Seorang remaja membutuhkan kehadiran orang lain sebagai elemen yang penting bagi perkembangan mereka, orang tua adalah yang menjadi kunci dalam pergaulan anaknya. Misalnya orang tua menyediakan berbagai macam teknologi pendukung untuk bermain media sosial, maka akan menyebabkan anak remaja tersebut merasa nyaman dengan dunia nyatanya bukan dunia nyatanya. Bisa jadi seorang yang aktif di dunia maya, ketika didunia nyata dia merasa canggung atau malu karna tidak terbiasa bermain dengan teman nyatanya, tetapi terlalu banyak bermain dengan teman dunia mayanya

Senin, 14 Oktober 2013

PSIKOTES

I.                   Pendahuluan

Psikotes mungkin sudah taka sing lagi ditelinga kita. Ketika kita mencoba untuk masuk atau mendaftar kedalam suatu lembaga atau pekerjaan dan lain-lainnya, pasti kita dihadapkan pada psikotes. Psikotes memiliki banyak macam antara lain adalah Kraepelin atau Pauli / Tes Koran, Tes EPPS (Edwards Personal Preference Schedule), Tes Analog Verbal (Analog Verbal Test) ,Tes Logika Aritmatika dan lain-lainnya. Semakin majunya teknologi, sekarang ini banyak sekali situs-situs yang menyediakan psikotes secara online sehingga mudah diakses oleh siapapun dan dari manapun, dan hasilnya cepat karna tidak terlalu banyak memakan waktu. Dibawah ini adalah salah satu contoh dari psikotes


Tes psikologi (Phsicology Test) atau lebih sering disebut tes psikotest merupakan salah satu bagian dan tahap perektutan karyawan di banyak perusahan. Tujuan dari psikotes itu sendiri memiliki kesamaan diantaranya yaitu untuk mengukur aspek individu secara psikis atau untuk mengetahui kepribadian seseorang.. Psikotes juga dapat diaplikasikan kepada anak-anak maupun dewasa dan bisa berbentuk tertulis, proyektif, atau evaluasi secara verbal yang teradministrasi untuk mengukur fungsi atau kemampuan kognitif dan emosional seseorang.

II.                Teori
Secara historis, penemu pertama metode psikotes modern adalah Frances Galton. Di era Galton, metode yang digunakan untuk mengukur tingkat kemampuan dan kecerdasan seseorang dikenal dengan aliran eugenich. Metode ini meyakini bahwa bakat, kemampuan dan keuletan seseorang menganut prinsip genetika. Artinya, jika ingin mengetahui tingkat kecerdasan seseorang maka langkah pertama adalah lihat dulu dia keturan siapa. Semakin dia berasal dari keturunan orang-orang berkualitas, maka bisa dipastikan dia juga "mewarisi" kualitas moyangnya tersebut. Maka rumus Galton bisa diuraikan dalam redaksi sebagai berikut, "bakat 99% dan kemampuan 1%".

Setelah Galton, Jame McKeen Cattel menyusul dengan teori psikotes yang lebih spesifik lagi. Dalam uji cobanya, Cattel memilih obyek para siswa di sekolah menengah. Akan tetapi, di tengah uji cobanya tersebut, Cattel banyaj menuai kritik. Kritikan utama adalah adanya anggapan bahwa teori Cattel lebih bersifat lokal dan kurang universal. Artinya, teori psikotes Cattel mungkin tingkat akurasi dan aplikatifnya hanya sesuai untuk sekolah menengah tempat Cattel melakukan uji cobanya. Kritikan itu mungkin mengambil pijakan kepada adanya perbedaan nyata sekitar karakter, budaya dan basic need antar wilayah dan lokalitas. Sehingga hasil uji psikotes antar lokal berbeda.

Setelah McKeen Cattel, muncul nama Alfred Binet. Di era Binet lah, metode psikotes mulai menemukan titik cerahnya. Baik secara metodologi maupun secara formal, psikotes mulai diakui akurasi dan kevalidannya. Binet telah berhasil menempatkan psikotes sebagai sebuah metode pengukuran kecerdasan seseorang, meski masih berlaku hanya dalam dunia akademis. Itu sebabnya perdana menteri Perancis saat itu menugaskan Binet untung membuat formulasi tes untuk mencari penyebab kenapa para siswa mengalami kesulitan dalam proses belajar-mengajarnya. Di tangan Binet, psikote7 diformat dengan berbagai corak dan model soal stimulan. Seperti tes vocabulary, tes logika, tes bahasa dan tes gambar.
Adapun para penemu teori-teori psikotes pasca Binet, seperti Charles Spearman, Louis L.Thurstone, John Horn, Peter Salovey, Howard Gardner, dan Robet Stenberg, mereka renua adalah pengembang teori-teori psikotes. Di tangan mereka, psikotes menjadi sebuah metode yang valid dan aplikasinya bersifat universal

III.             Analisa
Psikotes bertujuan untuk mengungkapkan berbagai corak kepribadian yang tersembunyi dan sukar untuk diketahui melalui wawancara atau pengamatan biasa sehari-hari, atau bahkan orang yang kenal saja belum tentu mengetahui kepribadiaan orang tersebut, maka dari itu diperlukan psikotes untuk orang yang belum mengenal secara keseluruhan. Setiap gambar pada psikotes memiliki artinya masing-masing, dan ketika diwawancarai biasanya akan terlihat gerak gerik duduk atau posisi duduk dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan dan itupun memiliki arti tersendiri, sehingga sejak memasuki ruangan kita akan di perhatikan dengan detail, mulai dari pakaian gaya rambut sampai minyak wangi, penampilan harus meyakinkan bahwa kita mempunyai kepribadian yang baik dan siap mengahadapi bermacam-macam tugas yang diberikan oleh atasan. Mungkin kedengarannya seperti judge orang melalui covernya tetapi cover juga menjadi nilai plus dalam menilai seseorang, jika seseorang berpenampilan rapi maka biasanya akan enak untuk dilihat atau tidak membuat orang bosan untuk melihatnya.
Contoh kasus : Ada seorang pria yang mencoba melamar pekerjaan disebuah perusahaan, tetapi secara penampilan fasion seperti tidak ingin melamar pekerjaan, yaitu dengan rambut panjang, celana sempit dan lain-lainnya. Sehingga membuat staf perekrutan pegawai baru tidak yakin bahwa orang tersebut mampu atau tidak dalam memajukan perusahaannya, jadi sudah sewajarnya ia mengalami penolakan


Referensi

Sabtu, 25 Mei 2013

Kehidupan di Dunia, Asal Mula Kehidupan di Bumi

            Salah satu teori menyatakan awal mula terbentuknya bumi yaitu dengan adanya Ledakan Dahsyat atau Dentuman Besar (bahasa Inggris: Big Bang) merupakan sebuah peristiwa yang menyebabkan pembentukan alam semesta berdasarkan kajian kosmologi mengenai bentuk awal dan perkembangan alam semesta (dikenal juga dengan Teori Ledakan Dahsyat atau Model Ledakan Dahysat). Berdasarkan pemodelan ledakan ini, alam semesta, awalnya dalam keadaan sangat panas dan padat, mengembang secara terus menerus hingga hari ini. Secara perlahan-lahan bumi mengadakan kondensasi atau menjadi lebih dingin sehingga pada suatu saat terbentuklah kerak atau kulit bumi. Yang berbentuk cair membentuk samudera atau hidrosfer, yang berbentuk gas disebut atmosfer dan yang berbentuk padat disebut litosfer. Pada saat ini kulit bumi tersebut dihuni oleh berbagai jenis makhluk hidup yang beraneka ragam.
Didalam Al-Quran surat ke 21 ayat 30 yang Artinya: "Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian kami pisahkan antara keduanya, dan daripada air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup.” Maka dari itu setiap mahkluk hidup memerlukan air karena air merupakan bagian dari tubuh mahkluk hidup. Dalam Al-Quran surat 24 ayat 53 yang Artinya: "Dan menurunkan dari langit air hujan, maka Kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dan tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam.”  Tetapi tidak hanya tumbuhan yang dibuat dari air tetapi hewan juga terbuat dari air seperti yang dijelaskan dalam Al-Quran Surat 24 ayat 45 yang Artinya: "Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air."
            Kehidupan dibumi sudah dimulai sejak milyaran tahun lalu, menurut Aristoteles (384-322 SM) dalam teorinya ABIOGENESIS menyatakan bahwa makhluk hidup yang pertama kali menghuni bumi ini berasal dari benda mati. Aristoteles mengetahui bahwa telur-telur ikan apabila menetas akan menjadi ikan yang sifatnya sama seperti induknya. Telur-telur tersebut merupakan hasil perkawinan dari induk-induk ikan. Walaupun demikian, Aristoteles berkeyakinan bahwa ada ikan yang berasal dari Lumpur.
Banyak teori yang menjelaskan tentang asal mula kehidupan dibumi, antara lain Teori Kosmozoa teori ini menerangkan adanya kehidupan di bumi kita dengan mengandaikan bahwa kehidupan dibawa kemari dari tempat lain di alam semesta, boleh jadi tergabung dalam meteorit yang jatuh. Lalu  Teori Pfluge,  teori ini menyatakan bahwa bumi berasal dari suatu materi yang sangat panas, kemudian dari bahan itu mengandung karbon dan nitrogen terbentuk senyawa Cyanogen (CN). Senyawa tersebut dapat terjadi pada suhu yang sangat tinggi dan selanjutnya terbentuk zat protein pembentuk protoplasma yang akan menjadi makhluk hidup. Dan  Teori Transendental  teori ini merupakan jawaban secara religi bahwa benda hidup itu diciptakan oleh Super Nature atau Tuhan Yang Maha Kuasa di luar jangkauan sains, dan masih banyak teori yang menjelaskan asal mula kehidupan dibumi.
            Menurut Charles Darwin mengemukakan dalam bukunya berjudul "On the Origin of Species by Means of Natural Selection, or The Preservation of Favoured Races in the Struggle for Life” menganggap manusia berasal dari kera yang berevolusi. Tetapi dalam Al-Quran juga sudah dijelaskan tentang proses penciptaan manusia, dalam surat Shaad (38) : 72
“(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah (thiin)
." Manusia pertama ialah Adam dan manusia kedua ialah Hawa, Allah telah menciptakan manusia dalam keadaan sebaik-baiknya. Tumbuhan dan hewan tidak memiliki akal pikiran, nafsu, dan anggota tubuh yang sangat memungkinkan untuk bekerja secara sempurna. Manusia juga dapat mengembangkan sesuatu yang sudah ada seperti kayu digunakan untuk membuat rumah atau untuk membuat api.




Sumber


Sabtu, 27 April 2013

Dampak Perkembangan IPTEK Terhadap Kehidupan Masyarakat Dalam Konteks Sosial dan Kehidupan Sehari-Hari



IPTEK atau Ilmu Pengetahuan dan Teknologi merupakan bagian dari manusia sendiri dalam setiap hari, setiap menit atau bahkan setiap detiknya. IPTEK semakin maju dan berkembang secara bertahap. Ilmu pengetahuan dan teknologi adalah dua hal yang saling berkesinambungan satu sama lain, semakin berkembangnya ilmu pengetahuan maka akan dibarengi dengan kemajuan teknologi. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi atau IPTEK yang sangat pesat membuat masyarakat menjadi lebih mudah dalam menjalankan aktifitasnya sehari-hari.
IPTEK memiliki dampak positif, secara umum yang paling menonjol dalam kehidupan manusia, seperti kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi seseorang dapat mengetahui kondisi terkini diseluruh dunia dan berkenalan dengan orang lain yang belum pernah kita temui sebelumnya. Dengan perkembangan IPTEK manusia dapat memprediksikan kondisi cuaca terkini. Mempermudah seseorang mendapat pengetahuan baru dengan adanya media seperti internet. Itulah contoh sebagai dampak positif dari perkembangan IPTEK.
Setiap dampak positif pasti memilik dampak negatifnya, salah satu contohnya seperti seseorang yang banyak menghabiskan waktunya untuk chatting, maka ia akan merasa tidak nyaman dengan dunia nyatanya, sehingga ia lebih memilih untuk chatting dengan orang yang tidak dikenalnya. Inilah contoh dampak negatif dari IPTEK secara umum.
Perkembangan IPTEK sulit untuk dibendung, dikarenakan perkembangan IPTEK sangat pesat dan hampir seluruh masyarakat dunia mendukung perkembangan IPTEK tersebut. Terkadang manusia melupakan dampak negatifnya karena faktor kondisi lingkungannya, seperti merasa dunia nyata tidak semenarik didunia maya. Banyaknya media sosial yang bermunculan dapat juga mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan seseorang, dia akan merasa terasingkan dan merasa tidak nyaman jika dunia nyatanya tidak menarik bagi dirinya.
Media sosial yang semakin mudah diakses, hanya dengan menggunakan handphone seseorang dapat masuk berselancar ke dalam media sosial. Media sosial dapat diakses oleh berbagai kalangan dan berbagai usia. Pada zaman sekarang dapat dikatakan hanya segelintir orang yang tidak memiliki akun facebook, twitter atau media sosial lainnya. Dengan pembuatan akun yang mudah, cepat dan banyaknya pengguna media sosial, sehingga banyak orang yang tertarik untuk berselancar di media sosial.
Dengan perkembangan IPTEK khususnya di bidang teknologi, anak-anak yang baru mengenal video game akan banyak menghabiskan waktunya untuk bermain game online atau game playstation, sehingga ketika tumbuh dewasa anak tersebut akan merasa minder dengan dunia yang sebenarnya. Video game hanya merupakan hiburan semata seseorang untuk menghilangkan rasa penat, stress, bosan dan jenuh. Video game ini boleh di berikan dalam kontrol jangka waktu tertentu. Apabila seorang anak keseringan bermain video game dan merasa asik dan nyaman, anak tersebut akan kecanduan untuk bermain video game terus dan malas untuk belajar serta enggan untuk bersekolah.
Menurut pendapat saya seharusnya orang tua lebih bijak dalam memberi kebebasan bermain game untuk anak mereka. Orang tua juga harus memberikan pengarahan tentang game dan permainan dengan teman sebayanya. Orang tua juga harus memantau bagaimana perkembangan anak-anaknya agar tidak salah dalam memanfaatkan teknologi. Contohnya dalam pemanfaatan internet untuk anak-anak usia dini seharusnya digunakan untuk menggali dan mencari informasi yang dibutuhkan. Munculnya rasa ingin tau pada anak tak bisa dipungkiri lagi, sehingga dibutuhkan peran orang tua agar anak-anaknya tidak terbawa arus yang hanya membawanya pada efek negatif.